Cara Wujudkan Ekonomi AI Indonesia Rp5,8 Kuadriliun pada 2030

Cara Wujudkan Ekonomi AI Indonesia Rp5,8 Kuadriliun pada 2030

Direktur Eksekutif SEAPPI Ed Rattcliffe. (Dok LinkedIn)--

4 Rekomendasi Maksimalkan Ekonomi AI Indonesia

Untuk memperkecil kesenjangan kapabilitas tersebut, SEAPPI pun memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan kepada pemerintah Indonesia.

1. Perluasan Akses AI untuk UMKM

Rekomendasi pertama berkaitan dengan perluasan akses teknologi AI bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

SEAPPI mendorong integrasi program UMKM Go Digital dengan dukungan finansial, seperti subsidi atau skema voucher AI. 

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memperoleh akses terhadap platform AI, layanan cloud, hingga pengembangan solusi berbasis application programming interface (API).

Dengan akses yang lebih luas, pemanfaatan AI diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar, tetapi juga dapat digunakan oleh pelaku usaha dengan skala yang lebih kecil.

2. Insentif Pajak Penyerap Talenta AI

Ketersediaan sumber daya manusia dengan kemampuan AI menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan adopsi teknologi tersebut.

SEAPPI pun merekomendasikan peningkatan program pelatihan talenta digital, khususnya untuk kemampuan AI tingkat lanjut.

Selain pelatihan, pemerintah didorong memberikan tax deduction atau pengurangan pajak kepada perusahaan yang meningkatkan penyerapan talenta AI lokal.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk berinvestasi lebih besar pada pengembangan sumber daya manusia di bidang AI sekaligus memperkuat ekosistem talenta digital nasional.

BACA JUGA:80,6% WNI Sudah Online, Pemerintah Dorong Domain .id Makin Berperan

3. Perkuat Hibah dan Inovasi Pengembang AI

Dukungan terhadap pengembang teknologi AI juga menjadi bagian dari rekomendasi SEAPPI.