Waspadai 4 Modus Penipuan Paylater SCAM dan e-Wallet
Modus penipuan Umpan di media sosial. (Dok Vaksincom-Facebook)--
Jakarta, ID - Masyarakat di Tanah Air diingatkan untuk makin mewaspadai terkait maraknya modus penipuan pemberian pinjaman untuk dibayarkan kemudian (paylater SCAM) dan pinjaman dompet digital (e-wallet). Vaksincom menyampaikan ada 4 modus yang setidaknya perlu kita kenali.
Vaksincom, lembaga konsultan keamanan siber, telah menemukan kampanye penipuan aktif yang memanfaatkan popularitas layanan paylater dan pinjaman dompet digital.
Pendiri dan pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan, modus operandi dua penipuan tersebut rapih, tampilannya meyakinkan seperti Lembaga resmi, dan sasarannya jelas, yakni masyarakat yang sedang butuh dana segar cepat.
Ironisnya, karena terdesak kebutuhan, korban yang berharap mendapatkan pinjaman cepat justru akan kehilangan seluruh saldo dompet digitalnya. Vaksincom menyebutkan sebagai ‘yang cair bukan pinjaman, melainkan air mata’.
“Kalau ada yang menawarkan pinjaman sampai Rp25 juta, tanpa BI checking, tanpa agunan, tanpa slip gaji, dan cukup bermodal nomor ponsel saja, logikanya hanya ada dua kemungkinan, dia malaikat, atau dia penipu. Dan sepengetahuan kami, malaikat tidak membuka lapak di Facebook,” ungkap Alfons Tanujaya, dikutip InfoDigital, Selasa (14/7/2026).
BACA JUGA:5 Tips Atasi Penipuan Scam dari VIDA
Karena itu, Alfons pun menyampaikan empat anatomi/tahan penipuan paylater SCAM dan pinjaman dompet digital (e-wallet) yang perlu kita waspadai agar terjebak dan menjadi korbannya.
Dari penelusuran Vaksincom, penipuan tersebut dijalankan para penipu digital dalam empat tahap yang tersusun rapi.
1. Umpan di media sosial
Vaksincom menemukan adanya akun Facebook palsu bernama Ovo Paylater menyamar sebagai penyalur layanan jasa keuangan. Akun ini memajang materi promosi yang mencatut nama dan logo layanan resmi, lengkap dengan iming-iming ‘Pinjam hingga Rp25.000.000 dan embel-embel ‘Didukung oleh OVO Finansial’ agar terlihat kredibel.
2. Penggiringan ke situs phishing
Korban yang tergiur diarahkan ke situs phishing yang meniru tampilan OVO, dalam kasus ini beralamat di vyve.web.id.
“Perhatikan, pelaku memilih domain murah .web.id, bukan domain resmi. Bagi orang awam yang mengakses lewat ponsel, perbedaan ini nyaris tidak terlihat karena tampilan situs dibuat semirip mungkin dengan aslinya.