Ancaman Ransomware bagi UMKM RI Tertinggi di Asia Tenggara

Ancaman Ransomware bagi UMKM RI Tertinggi di Asia Tenggara

Ilustrasi aktivitas aktivitas digital UMKM teranccam ransomware. (Dok Kaspersky) --

Jakarta, ID - Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber asal Rusia, menemukan bahwa ancaman ransomware bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia (RI) masih yang tertinggi di Asia Tenggara.

Ransomware merupakan perangkat lunak (software) yang diciptakan untuk melakukan pemerasan. Modus operandinya, ransomware ditebar untuk mengunci komputer/perangkat pintar korban, dan kemudian, meminta tebusan untuk melepaskan/membukanya. 

Data terbaru Kaspersky mengungkapkan, ransomware terus menjadi ancaman yang lazim bagi UMKM di Asia Tenggara, dengan 3,51% UMKM di wilayah tersebut menjadi sasaran pada kuartal I-2026, naik dari 2,92% pada kuartal I-2025. Di 

“Di pasar tertentu, negara Indonesia mengalami peningkatan yang relatif signifikan, dari 2,83% menjadi 4,01%,” ungkap Kaspersky, dikutip InfoDigital, Senin (13/7/2026).

Selanjutnya, Singapura proporsi UMKM yang menjadi sasaran ransomware mencapai 0,69%, meningkat dari 0,57% yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, Malaysia juga mencatat ancaman ransomware naik dari 2,09% menjadi 2,74%, mencatat peningkatan moderat. Selengkapnya bisa dilihat di tabel di bawah berita ini.

BACA JUGA:54 Jutaan Serangan Siber Ancam Indonesia

Meskipun Filipina, Thailand, dan Vietnam melawan tren regional karena datanya datar, perlu dicatat bahwa kunci dalam statistik ini bukanlah perubahan moderatnya, melainkan kelanjutan yang stabil dalam proporsi UMKM yang diserang yang menunjukkan prevalensi keberlangsungannya.

Selain itu, metrik deteksi itu sendiri hanya mencakup sebagian dari gambaran yang lebih besar. 

Pelaku ancaman ransomware melakukan serangan multitahap, dan hanya tahap terakhirnya, penyebaran trojan enkripsi, yang tercermin sebagai deteksi crypto-ransomware. 

Itu berarti bahwa serangan yang dicegat pada tahap awal, seperti selama akses awal, pengintaian, penemuan, atau pergerakan lateral, tidak akan dicatat sebagai bagian dari cataran statistik ancaman. Akibatnya, tingkat prevalensi sebenarnya sering kali diremehkan.

Kelompok Ransomware Teratas

Laporan malware Kaspersky kuartal I- 2026 juga menyoroti beberapa kelompok ransomware paling produktif, diukur berdasarkan jumlah korban yang ditambahkan ke Situs Kebocoran Khusus (Dedicated Leak Site /DLS) masing-masing kelompok. 

Ransomware Clop muncul di peringkat teratas, menyumbang 14,42% dari semua korban yang dipublikasikan di DLS yang ditinjau. Ini diikuti oleh Qilin (12,34%) yang memegang posisi terdepan pada periode pelaporan sebelumnya.