BMKG Perkuat SDM Keamanan Siber
Pelatihan keamanan siber SDM TI BMKG. (Dok BMKG)--
Jakarta, ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat SDM ketahanan siber guna menjaga keamanan dan keandalan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan 'In-House Training Peningkatan Kompetensi Security Operations Center (SOC) Fundamentals Tahun 2026 yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (PPSDM MKG) BMKG bekerja sama dengan Direktorat Sistem Jaringan Komunikasi BMKG.
Pelatihan ini diikuti oleh 38 pegawai yang merupakan tenaga teknis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari berbagai unit kerja di lingkungan BMKG, yakni Sekretariat Utama, Deputi Bidang Meteorologi, Deputi Bidang Klimatologi, Deputi Bidang Geofisika, Deputi Bidang Infrastruktur MKG, serta Satuan Kerja Mandiri.
Kurikulum pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan cyber security foundation, logging and security monitoring, cyber threat intelligence, serta Simulasi Respons Insiden dan Pelaporan (Cyber Drill) dengan total durasi pembelajaran selama 27 jam pelatihan.
Kegiatan tersebut didukung oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia MKG, Direktorat Sistem Jaringan Komunikasi, PT Aplikanusa Lintasarta, para narasumber, pengajar, fasilitator serta panitia pelaksana.
BACA JUGA:Asia-Pasifik Kekurangan SDM Keamanan Siber
Deputi Bidang Infrastruktur Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG Michael Andreas Purwoadi menyampaikan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber menjadi kebutuhan yang makin penting di tengah meningkatnya ancaman terhadap sistem informasi dan infrastruktur digital.
“Keamanan siber merupakan bagian penting dalam mendukung layanan peringatan dini dan mitigasi bencana yang cepat, akurat, dan terpercaya,” ujar Michael, dikutip InfoDigital.
Ketahanan Siber
Menurut dia, BMKG sebagai institusi yang mengelola berbagai layanan strategis, termasuk sistem peringatan dini dan mitigasi bencana, dituntut mampu menjaga keamanan, keandalan, dan keberlanjutan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
BMKG disebutnya telah mengoperasikan Security Operations Center (SOC) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan, deteksi, dan respons terhadap insiden keamanan siber.
Namun, keberhasilan sistem tersebut tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, melainkan juga oleh kompetensi sumber daya manusia yang mengelolanya.