Optimasi AI pada UKM RI Buka Peluang Ekonomi Rp910 Triliun

Optimasi AI pada UKM RI Buka Peluang Ekonomi Rp910 Triliun

Kegiatan Google bahas optimasi AI bagi UKM RI. (Dok Google)--

Jakarta, ID -  Pemodelan mendalam dari AI Economic Opportunity Report 2026 yang dirilis Public First dan Google menyebutkan, optimasi teknologi AI pada usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia (RI) membuka peluang ekonomi hingga Rp910 triliun.

Karena itu, Google dan YouTube (unit usaha Google) pun mendukung kreator konten lokal, pelaku media, dan UKM di Indonesia, melalui tools AI yang aman serta teknologi yang terbuka dan aksesibel, untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi tersebut. 

“Indonesia tengah berkembang sebagai pemimpin global dalam kreativitas berbasis AI,” ungkap Country Director Google Indonesia Veronica Utami, dikutip InfoDigital, Sabtu (25/7/2026). 

Dia menjelaskan, Indonesia saat ini sedang mengalami transformasi digital yang pesat. 

BACA JUGA:Google Khawatir Revisi UU Hak Cipta Rusak Ekonomi Digital Indonesia

Didukung oleh populasi muda yang sangat terhubung secara digital serta generasi kreator konten dengan spirit wirausaha yang inovatif, nilai bruto perdagangan digital (GMV) Indonesia diproyeksikan mencapai hingga US$340 miliar pada 2030.

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan itu dan melampaui status negara berpendapatan menengah, Indonesia kini pun perlu melihat AI sebagai mesin pertumbuhan baru yang fundamental. 

Apalagi, pemodelan mendalam dari AI Economic Opportunity Report 2026 yang dirilis Public First menunjukkan, bagaimana AI dapat mempercepat inovasi sistemik, meningkatkan layanan publik, dan mentransformasi kewirausahaan di tingkat akar rumput.

Selain itu, kajian Public First pun mengungkapkan bahwa UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional. 

“Namun, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam adopsi AI, di mana saat ini, baru 14,5% UKM yang memanfaatkan AI dibandingkan dengan 62,5% perusahaan dengan skala yang lebih besar,” tutur Veronica.

Jika UKM lokal mengadopsi AI pada tingkat yang sama dengan perusahaan besar, lanjut dia, hal ini berpotensi membuka nilai ekonomi hingga Rp 910 triliun atau US$55 miliar, atau setara dengan 3,8% produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Pemerataan adopsi AI pada UKM juga diproyeksikan dapat mendukung 510.000 lapangan kerja baru di seluruh Indonesia karena mendorong lahirnya produk, layanan, dan model bisnis baru.

BACA JUGA:Bapak Internet Akhirnya Pensiun dari Google

Sektor Kreatif dan YouTube