Satu Dekade IndonesiaNEXT, Telkomsel Cetak Talenta Digital Berbasis AI

Satu Dekade IndonesiaNEXT, Telkomsel Cetak Talenta Digital Berbasis AI

Para pemenang IndonesiaNEXT ke-10 tahun 2026. (Dok Telkomsel)--

JAKARTATelkomsel menutup rangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) IndonesiaNEXT 2026, melalui IndonesiaNEXT Summit 2026, yang berlangsung di Jakarta, Jumat (4/9/2026). 

Memasuki tahun ke-10, program tersebut mengusung tema AI Driven Digital Talents dengan fokus menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi kecerdasan artifisial (AI) sekaligus kemampuan menerapkannya untuk menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

Selama satu dekade, IndonesiaNEXT diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi mahasiswa dan kebutuhan industri digital. 

Tahun ini, pembekalan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pengalaman industri, kolaborasi, pemahaman pengguna, hingga penerapan AI secara bertanggung jawab.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan, memasuki satu dekade IndonesiaNEXT, Telkomsel ingin memastikan generasi muda tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab.

“Melalui pembelajaran, pendampingan, dan pengalaman langsung bersama industri, para peserta berlatih mengubah ide menjadi solusi yang dapat dikembangkan,” ujar Fahmi, dikutip InfoDigital

Dengan melayani sepenuh hati, lanjut dia, Telkomsel berharap dapat membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk ikut memajukan Indonesia.

BACA JUGA:Pendapatan Telkomsel Berkontribusi 73% ke Telkom

Rangkaian IndonesiaNEXT 2026

Rangkaian IndonesiaNEXT 2026 dimulai pada April dengan melibatkan 8.916 mahasiswa pada tahap awal. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 peserta mengikuti onboarding, 300 peserta melanjutkan ke sertifikasi internasional dan pengayaan kompetensi, sementara 99 peserta mengikuti digital hackathon.

Melalui proses seleksi dan pengembangan tersebut, terpilih 24 talenta digital terbaik dari berbagai perguruan tinggi yang kemudian dibagi menjadi delapan tim. 

Setiap tim terdiri atas tiga peran utama dalam pengembangan produk digital, yakni Hacker, Hipster, dan Hustler.

Hacker berperan dalam pengembangan teknologi, Hipster berfokus pada pengalaman dan kebutuhan pengguna, sedangkan Hustler bertanggung jawab terhadap pengelolaan produk serta model keberlanjutannya.