Kaspersky Peringatkan Adanya Toko Merchandise Palsu Sasar Penggemar F1
Ilustrasi balapan mobil F1. (Dok Kaspersky)--
Jakarta, ID – Kaspersky, perusahaan konsultan keamanan siber asal Rusia, memperingatkan adanya toko merchandise palsu yang menyasar para penggemar balasan mobil F1.
Para penjahat siber memanfaatkan euforia kemunculan kembali balapan mobil tersebut untuk menjebak para penggemar dengan tujuan mengeruk keuntungan materi/mencuri uang secara online.
Managing Director Kaspersky untuk wilayah Asia-Pasifik Adrian Hia mengatakan, ajang besar, seperti F1, seringkali menciptakan situasi di mana orang kurang teliti.
Hal itu terjadi, terutama saat mereka/para penggemar menemukan tim atau pembalap favorit, maupun merchandise yang ingin dibeli/diburunya.
Dalam momen tersebut, penjahat siber pun memanfaatkan perubahan fokus para penggemar. Sebab, rasa antusias dan pengenalan merek seringkali bisa mengalahkan sikap waspada untuk melakukan verifikasi.
“Karena itu, penting bagi penggemar untuk berhenti sejenak dan memastikan, apakah mereka berurusan dengan penjual resmi sebelum melakukan pembelian," ujar Adrian Hia, dikutip InfoDigital, Senin (5/10/2026).
BACA JUGA:Waspadai Penipuan iPhone 18, Kenali Modus Situs Palsu dan Pencurian Data
Euforia Kembalinya F1
Adrian menjelaskan, setelah sembilan tahun absen sejak balapan F1 terakhir di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, kembalinya ajang tersebut pada 2 hingga 4 Oktober 2026 kembali menarik perhatian para penggemar di Malaysia.
Menjelang akhir pekan balapan yang dinanti-nantikan tersebut, para ahli Kaspersky pun menemukan adanya situs web palsu yang menyamar sebagai toko merchandise F1.
Dampaknya, upaya pembelian pakaian tim atau memorabilia dari para penggemar F1 di situs-situs palsu dapat mengakibatkan kerugian finansial dan kebocoran informasi pribadi.
Situs-situs palsu menggunakan branding F1 serta gambar pembalap dan tim, dengan klaim sebagai merchandise ‘resmi’ atau ‘bersertifikat’ agar terlihat seperti penjualan sah.
Beberapa situs dirancang menyerupai tampilan toko online ternama, lengkap dengan fitur pencarian produk, opsi akun dan keranjang belanja, serta klaim layanan pengiriman ke seluruh dunia.
Risiko pun muncul pada tahap pembayaran (checkout), saat informasi pribadi atau data pembayaran dimasukkan.