Wamenkomdigi Nezar Patria Soroti Risiko AI dan Tantangan Etika di Era Teknologi
Wamenkomdigi Nezar Patria di Jakarta. (Dok Kemkomdigi)--
Ia bahkan memperkirakan kebutuhan terhadap tenaga yang memahami filsafat dan etika akan meningkat seiring semakin luasnya penggunaan AI dalam proses pengambilan keputusan.
“Sebentar lagi, lulusan filsafat akan dibayar mahal karena semua decision making yang dibuat oleh artificial intelligence akan punya dimensi-dimensi etik yang membutuhkan pertimbangan dari mereka yang belajar filsafat,” katanya.
Nezar menjelaskan, AI memang dapat memberikan penjelasan mengenai berbagai teori dan pemikiran filsafat. Namun, hal tersebut berbeda dengan kemampuan manusia untuk melakukan refleksi filosofis secara kritis dan menyeluruh.
“Filsafat adalah satu hal yang mungkin agak sulit dikuasai oleh AI. AI bisa menjelaskan filsafat tapi belum bisa melakukan apa yang kita kenal sebagai berfilsafat,” pungkas Nezar. (abm)