Wamenkomdigi Nezar Patria Soroti Risiko AI dan Tantangan Etika di Era Teknologi

Wamenkomdigi Nezar Patria Soroti Risiko AI dan Tantangan Etika di Era Teknologi

Wamenkomdigi Nezar Patria di Jakarta. (Dok Kemkomdigi)--

Jakarta, ID – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang makin luas telah membawa banyak manfaat sekaligus memunculkan risiko buruk baru. 

Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pun mengingatkan masyarakat agar perkembangan AI tidak hanya dilihat dari sisi kemampuan teknologinya, tetapi juga dari dampak etika dan sosial yang ditimbulkan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, AI kini telah berkembang jauh melampaui fungsi sebagai alat bantu teknologi. 

Teknologi tersebut mulai digunakan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, kesehatan, pendidikan, pertanian, pertambangan, hingga kehidupan sosial.

Nezar menyebut, perkembangan AI berpotensi menghasilkan unintended consequences atau konsekuensi yang tidak direncanakan maupun tidak diperkirakan sebelumnya.

BACA JUGA:OpenAI Hapus Batasan Obrolan di ChatGPT

Hal tersebut menjadi semakin penting ketika AI mulai memiliki kemampuan melakukan profiling terhadap manusia dan membangun bentuk interaksi yang menyerupai hubungan sosial.

“Perkembangan artificial intelligence ini betul-betul memunculkan apa yang kita sebut unintended consequences, konsekuensi yang tidak kita inginkan atau tidak kita duga,” ujar Nezar dalam acara PhiloConnect di Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip InfoDigital, Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, semakin banyaknya keputusan yang melibatkan AI membuat persoalan etika menjadi perhatian penting. 

Terlebih, teknologi tersebut semakin mampu mengolah data dalam jumlah besar, melakukan prediksi, membuat rekomendasi, hingga mengenali pola perilaku manusia.

Ia menilai, kemampuan AI dalam mengambil atau mendukung keputusan perlu diimbangi dengan pertimbangan manusia mengenai nilai, tujuan, serta konsekuensi dari keputusan tersebut.

BACA JUGA:Meta Soroti Peran AI dalam Mendorong Pertumbuhan Bisnis dan Platform

Peran Filsafat Makin Dibutuhkan

Di tengah pesatnya perkembangan AI, Nezar melihat ilmu filsafat justru memiliki relevansi yang makin besar. Menurutnya, kemampuan teknologi untuk memproses informasi tidak otomatis membuat AI mampu mempertimbangkan persoalan nilai dan tujuan secara menyeluruh.