Usaha Patungan Hashim dan Indosat Bidik 86.000 Km Jaringan Fiber

Usaha Patungan Hashim dan Indosat Bidik 86.000 Km Jaringan Fiber

Perusahaan jaringan fiber PT Infra Fiber Teknologi diluncurkan. (Dok Indosat)--

Jakarta, ID - PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan patungan Hashim Djojohadikusumo, melalui Arsari Group, bersama Indosat menargetkan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber yang mencakup jaringan backbone, kabel bawah laut domestik, serta jaringan akses. 

Dengan komposisi jaringan yang mencakup sekitar 45% di pulau Jawa dan 55% di luar Jawa, IFT berada pada posisi strategis untuk mendukung konektivitas digital yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia. 

IFT pun telah diluncurkan sebagai salah satu platform infrastruktur fiber digital independen terdepan di Indonesia. Perusahaan dibentuk untuk memperluas konektivitas digital berbasis akses terbuka (open-access) di seluruh wilayah Tanah Air.

Usaha patungan tersebut dibentuk dan hadir untuk tujuan memperkuat tulang punggung infrastruktur digital nasional sekaligus mendukung percepatan transformasi digital Indonesia. 

Dengan tata kelola yang independen dan model bisnis open access, IFT dirancang untuk memperluas kemitraan wholesale dengan operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, dan penyedia layanan digital guna mempercepat pemerataan konektivitas.

BACA JUGA:Usaha Patungan Fiber Optik Indosat, Hashim, dan Patrick Walujo Diputuskan Nonterbuka

Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam menyampaikan, IFT tidak dibangun hanya untuk melayani wilayah yang telah memiliki konektivitas memadai. 

“Mandat kami jauh lebih besar dari itu,” ucap Hendry, dikutip InfoDigital, Jumat (3/7/2026).

IFT disebutkan membangun infrastruktur yang menjangkau daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang penggerak perekonomian Indonesia.

Deputy CEO & COO Arsari Group Aryo PS Djojohadikusumo mengatakan, daya saing sebuah bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Para pemimpin yang kini mengemban amanah di IFT membawa tanggung jawab tersebut. 

“Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," ujar Aryo.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Vikram Sinha menambahkan, tujuan utama Indosat untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi tidak pernah berubah. 

“Kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen tersebut,” tutur Vikram. 

Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, lanjut dia, Indosat ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat. Inilah bentuk teknologi bagi semuanya."