Kuartal I, Lebih 15 Ribu Serangan Siber Sasar Ponsel di Indonesia

Kuartal I, Lebih 15 Ribu Serangan Siber Sasar Ponsel di Indonesia

Ilustrasi serangan siber sasar ponsel. (Dok Kaspersky)--

Tingkat kesadaran siber tertinggi tercatat di Thailand 39%, diikuti oleh negara Malaysia 38%, Indonesia 35%, China 34%, India 32%, dan negara Vietnam 31%.

"Dengan 77% penduduk Asia-Pasifik yang aktif secara daring dan dompet digital yang mencakup sekitar 70% dari pembayaran daring, keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan,” ucap Choon. 

Kawasan tersebut diperkirakan memiliki 2,11 miliar pengguna layanan seluler pada tahun 2030. Karena itu, perlindungan data pribadi dan transaksi keuangan menjadi hal krusial.

BACA JUGA:RUU Keamanan Siber Harus Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia

Rekomendasi Kaspersky

Seiring meluasnya ancaman seluler, Kaspersky pun mengingatkan pentingnya aspek keamanan siber yang perlu hadir lebih dekat dengan tempat konsumen melakukan aktivitas digitalnya. 

Salah satu pendekatan yang efektif dengan menanamkan perlindungan langsung ke dalam aplikasi seluler, alih-alih hanya mengandalkan pengguna untuk menginstal dan mengelola solusi keamanan terpisah pada perangkat mereka.

Seiring dengan itu, Kaspserky pun menawarkan tiga produk keamanan sibernya sebagai berikut. 

1. Kaspersky menyebut Kaspersky Mobile Security SDK memungkinkan organisasi, seperti bank, peritel, layanan pemerintah, dan pengembang aplikasi, untuk mengintegrasikan keamanan berlapis langsung ke dalam aplikasi seluler. 

2. Kaspersky juga menawarkan Kaspersky Who Calls SDK, yang memungkinkan organisasi mengintegrasikan fitur identifikasi penelepon dan informasi reputasi ke dalam aplikasi seluler. 

3. Untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap situs web berbahaya dan phishing, Kaspersky juga menghadirkan Safe Web. (abm)