Waspadai JADEPUFFER, Ransomware Berbasis AI LLM yang Ubah Ancaman Siber

Waspadai JADEPUFFER, Ransomware Berbasis AI LLM yang Ubah Ancaman Siber

Ilustrasi teknologi AI sebagai ancaman baru serangan siber. (Dok Kaspersky)--

SilverFox Sebarkan Aplikasi Claude Palsu

Taktik lain yang ditemukan Kaspersky adalah penggunaan aplikasi Claude palsu sebagai sarana untuk menyusup ke sistem organisasi target.

Claude merupakan asisten AI berbasis LLM yang dikembangkan Anthropic. Popularitas aplikasi AI di lingkungan perusahaan kemudian dimanfaatkan pelaku dengan membuat perangkat lunak palsu yang dibuat menyerupai aplikasi resmi.

Kaspersky menyebut, distribusi aplikasi berbahaya tersebut menyasar perangkat Windows, macOS, dan Linux. 

Penyebarannya dilakukan melalui beberapa jalur, antara lain situs web palsu, email phishing, serta fail berbahaya yang dibagikan melalui aplikasi pesan dan media sosial.

Setelah korban menjalankan fail tersebut, malware dapat digunakan untuk melakukan spionase, mengumpulkan informasi sensitif, serta mempertahankan akses ke lingkungan target dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Kuartal I, Lebih 15 Ribu Serangan Siber Sasar Ponsel di Indonesia

AI Digunakan untuk Melawan Serangan AI

Meningkatnya penggunaan AI oleh pelaku kejahatan siber perlu mendorong perusahaan perlu memperkuat strategi pertahanan sibernya dengan memanfaatkan AI sebagai penangkal. 

Kaspersky merekomendasikan pendekatan yang lebih proaktif, bukan hanya mengandalkan respons setelah serangan terjadi.

Pertama, perusahaan dapat menerapkan AI-driven threat hunting untuk membantu menemukan aktivitas mencurigakan dan ancaman yang belum teridentifikasi.

Kedua, penerapan Zero Trust diperlukan dengan memverifikasi setiap permintaan akses tanpa memberikan kepercayaan otomatis kepada pengguna, perangkat, maupun sistem di dalam jaringan.

Ketiga, perlindungan perlu dibangun secara menyeluruh, mulai dari endpoint, jaringan, aplikasi hingga data. Pendekatan berlapis dapat memperkecil dampak ketika salah satu sistem pertahanan berhasil ditembus.

Keempat, perusahaan dapat menerapkan konsep AI versus AI, yakni memanfaatkan teknologi AI dan model berskala besar untuk meningkatkan kemampuan deteksi, analisis, serta respons terhadap ancaman secara cepat. (bdm)