Telkom Siapkan Data Center AI hingga 1 GW

Telkom Siapkan Data Center AI hingga 1 GW

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji. (Dok Telkom)--

Jakarta, IDPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), memperkuat kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung pertumbuhan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Indonesia.

NeutraDC pun menyiapkan rencana pengembangan data center berkemampuan AI dengan kapasitas hingga 1 GW di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, yang didukung dengan 26 edge data center di 21 kota. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop yang digelar Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, belum lama ini. 

Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BUMN, regulator, sektor energi, telekomunikasi, hingga pelaku industri.

Workshop membahas terkait kebutuhan infrastruktur komputasi AI sekaligus kesiapan pasokan listrik untuk menopang pengembangan pusat data AI di Indonesia.

BACA JUGA:NeutraDC Perluas Data Center Cikarang hingga 200 MW

Dalam forum tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan posisi Telkom sebagai penyedia infrastruktur digital yang mendukung kebutuhan strategis pemerintah dan BUMN.

Menurut Seno, keberadaan pusat data menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem Sovereign AI, termasuk pengembangan Sovereign Cloud dan Sovereign Cybersecurity.

Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan,” ujar Seno, dikutip InfoDigital.

Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan komputasi akibat adopsi AI di berbagai sektor.

Kebutuhan Data Center BUMN Terus Bertumbuh

Pada workshop, para peserta melakukan pemetaan terhadap berbagai kebutuhan penggunaan AI di lingkungan BUMN. 

Pemetaan tersebut mencakup proyeksi kebutuhan komputasi dan kapasitas teknologi informasi dalam tiga skenario, yaitu low, base, dan high.

Data dari lebih dari 70 responden BUMN menunjukkan adanya kebutuhan pusat data yang cukup besar. Sektor perbankan menjadi salah satu penyumbang permintaan terbesar, disusul sektor mobilitas dan kesejahteraan.