Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Ditugasi Bangun Akses Internet 538 Desa
Menkomdigi Meutya Hafid di podium. (Dok Kemkomdigi) --
Jakarta, ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), menugaskan kepada tiga operator seluler, yakni Telkomsel, XLSMART, dan Indosat, untuk menuntaskan pembangunan akses internet 4G di 538 desa dan kelurahan yang saat ini belum memiliki atau lemah sinyal yang tersebar dari pulau Sumatra hingga Papua.
Penugasan itu diberikan kepada ketiganya setelah ditetapkan bersama memenangi lelang frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz setelah seluruh tahapan seleksi, termasuk masa sanggah, selesai dilaksanakan. Jadi, pemenang bukan berdasarkan harga penawaran lelang.
“Kemkomdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, dikutip InfoDigital, Rabu (22/7/2026).
Pengelolaan spektrum melalui mekanisme seleksi lelang tersebut diproyeksikan memberikan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp6 triliun pada tahap awal dan diproyeksikan total mencapai Rp29,9 triliun dalam sepuluh tahun ke depan.
Tambahan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz akan membuat cakupan layanan dan kapasitas jaringan operator meningkat, sehingga publik akan memperoleh akses internet lebih cepat dan lebih stabil.
“Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau,” tuturnya.
Selain itu, operator pemenang seleksi harus dapat memenuhi penyediaan layanan 5G paling sedikit 51% cakupan per populasi nasional pada tahun kelima.
Kecepatan rata-rata seluler (mobile broadband) ditargetkan melompat secara bertahap menjadi 100 Mbps pada tahun 2029. Kombinasi pita 700 MHz (low-band) yang andal untuk menjangkau pelosok hingga ke dalam bangunan.
Di sisi lain, pita frkeuensi 2,6 GHz (mid-band) akan menjadi kapasitas utama yang menopang keandalan layanan 5G, sehingga akan memastikan target kecepatan internet nasional tercapai.
Rencana Lelang Frekuensi 900 MHz
Selanjutnya, kata Menkomdigi, ke depan, Kemkomdigi akan mempersiapkan proses lelang pemanfaatan frekuensi di 900 MHz guna memenuhi kebutuhan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Spektrum frekuensi disebutnya bukan sekadar komoditas yang dilelang, melainkan infrastruktur dasar dan fondasi transformasi digital nasional.
Setiap pita frekuensi yang dimanfaatkan secara optimal akan memperluas akses internet, memperkuat daya saing ekonomi digital, meningkatkan kualitas layanan publik, dan membuka peluang investasi baru.
Pengoptimalan manfaat frekuensi juga sekaligus akan memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), memiliki kesempatan sama untuk memanfaatkan teknologi digital. (abm)