Indonesia Fokus Dorong Adopsi AI pada 4 Sektor
Wamenkomdigi Nezar patria di podioum. (Dok Kemkomdigi)--
Langkah kedua diarahkan pada sektor kesehatan.
Keberhasilan pemanfaatan AI dalam membantu penapisan tuberkulosis (TBC) disebut menunjukkan teknologi tersebut mampu memperkuat layanan kesehatan nasional, terutama di daerah yang masih kekurangan dokter spesialis.
Pemanfaatan AI membantu tenaga kesehatan melakukan diagnosis awal lebih cepat sehingga memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
3. Sektor Jasa Keungan
Langkah ketiga menyasar sektor jasa keuangan agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pemanfaatan AI yang selama ini berkembang di korporasi besar, mulai dari deteksi penipuan (fraud detection), pengelolaan sumber daya manusia, hingga proses rekrutmen, perlu diperluas ke lembaga keuangan mikro.
"Kini, saatnya memperluas instrumen ini ke lembaga-lembaga keuangan mikro yang melayani masyarakat di luar kota-kota besar," ujar Nezar.
BACA JUGA:Inovasi Lintas Sektor Percepat Adopsi AI Indonesia
4. Sektor Publik
Langkah keempat difokuskan pada sektor publik. Wamenkomdigi menilai, adopsi AI di lingkungan pemerintahan masih bersifat sporadis.
Padahal, di berbagai negara telah membuktikan teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja birokrasi secara signifikan.
Karena itu, Pemerintah Indonesia akan terus mendorong pemanfaatan AI untuk memperkuat produktivitas aparatur sipil negara sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Aparatur sipil negara berhak mendapatkan hasil efisiensi yang sama seperti korporasi-korporasi besar yang telah menggunakan AI," katanya.
Melengkapi Manusia
Menutup sambutannya, Nezar menegaskan bahwa teknologi AI harus diposisikan sebagai alat yang melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikannya.