Pusat Pengembangan AI Resmi Diluncurkan di UGM

Pusat Pengembangan AI Resmi Diluncurkan di UGM

Peluncuran pusat pengembangan AI di UGM. (Dok Kemkomdigi)--

BACA JUGA:Transformasi AI Dongkrak Laba Bersih Indosat 49%

Selain itu, pengembangan AI di Tanah Air tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan untuk mengadopsi teknologi yang dikembangkan oleh negara lain. 

Indonesia perlu membangun kemampuan sendiri melalui riset, pengembangan talenta, dan inovasi sehingga teknologi yang tersedia dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. 

Meutya mengatakan penguatan kapasitas AI semakin penting karena teknologi digital dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. 

Dalam RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan peningkatan produktivitas, efisiensi investasi, dan daya saing.

Di sisi lain, pengembangan AI juga diharapkan menopang pertumbuhan ekonomo digital nasional yang terus berkembang. 

Laporan e-Conomy SEA 2025 yang dikutip dalam pidatonya mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 99 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$340 miliar tahun 2030. 

Pemerintah juga menargetkan ekonomi digital memberikan kontribusi 19% terhadap PDB pada 2045. Namun, besarnya aktivitas digital harus diubah menjadi produktivitas, inovasi, lapangan kerja berkualitas, dan kemampuan teknologi nasional. (lmm)